Ataruri, Si Prajurit Tepuk Tangan

Buku ini tak hanya memiliki tampilan manis dengan ilustrasi indah, tapi juga menawarkan kisah unik yang memperkenalkan budaya Indonesia. Melalui kisah Ataruri, anak akan melihat bahwa meski warna kulit, pakaian, dan cara hidup berbeda, anak dari budaya lain berbagi kesamaan dengan mereka.

Dalam buku ini, kesamaan itu adalah kekhawatiran yang kerap dialami anak saat ia dianggap berbeda dari teman-temannya. Ataruri, tokoh utama cerita, adalah anak kepala suku Asmat yang diharapkan cakap dalam berburu dan memanah. Nyatanya, ia lebih jago dalam keahlian yang “sunyi” namun membutuhkan ketelitian dan kesabaran, seperti mencari jejak dan membaca alam. Ataruri yang pencinta damai juga gemar bertepuk tangan.

Sayangnya, kebiasaan Ataruri tersebut dianggap mengganggu. Teman-temannya sebal pada Ataruri karena ia tidak jago berburu hewan seperti mereka, malah membuat hewan buruan kabur karena kebiasaannya bertepuk tangan! Alhasil, Ataruri dianggap tak berguna.

Merasa tidak diterima di kampungnya sendiri, Ataruri memutuskan untuk pergi ke tempat ia akan dianggap bermanfaat. Setelah berjalan menyusuri alam Papua yang magis, Ataruri mendapati diri tiba di tengah perkampungan suku Aya Maru, musuh suku Asmat. Bocah itu ditangkap dan dikurung.

Bagaimana Ataruri menyelamatkan diri dari hukuman? Bukan dengan kekerasan dan kekuatan otot, melainkan dengan kepandaiannya membaca alam. Ataruri tahu suku Aya Maru sudah lama mengalami kekeringan, dan ia punya solusi: bertepuk tangan sambil melakukan tarian peminta hujan.

Ataruri pun dilepaskan, dan ia mulai menari sambil bertepuk tangan. Melihat aksi Ataruri, seluruh warga suku Aya Maru mengikutinya. Apa yang terjadi? Hujan turun dengan derasnya!

Kisah yang dituturkan dengan baik ini menyajikan pesan tersirat bahwa anak perlu mencintai diri dan keunikannya, karena keunikan tersebut bisa menjadi kelebihan yang berguna bagi sesama.

Cerita ini sesuai untuk anak usia 5-7 tahun, sedangkan anak yang lebih kecil bisa dibacakan oleh guru atau orangtua. Seiring cerita dibacakan, ajak anak-anak ikut bertepuk tangan bersama Ataruri, ya.

Herdiana Hakim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *