Di Mana Songket Kakak?

Sulitkah bercerita pada anak tentang kain tradisional? Tidak, bagi Litara. Buku-buku mereka memukau dengan kualitas cerita maupun visual yang kuat, serta menghadirkan budaya Indonesia secara natural.

Ini salah satunya. Buku “Di Mana Songket Kakak?” yang bisa dipesan di www.litara.or.id ini memperkenalkan keindahan kain tenun, tanpa harus memberi “kuliah” yang membosankan. Sebaliknya, biarkan anak mengenal langsung objek tersebut dari dekat hingga akrab.

Latarnya adalah Festival Sungai Musi, tepatnya di penghujung festival, ketika semua yang ikut serta datang dengan mengenakan pakaian tradisional. Termasuk anak-anak.

Padma adalah salah satunya. Gadis kecil ini adalah narator cerita ini. Ia mengisahkan bagaimana teman-teman Kak Milla, kakaknya, datang ke rumah Nenek untuk meminjam koleksi kain songket miliknya. Kak Milla sendiri punya songket favorit yang amat cantik.

Setelah teman-teman Kak Milla pulang, songket favoritnya ikut hilang. Padma pun berprasangka macam-macam. Lantas, sebagai adik yang baik, ia menobatkan dirinya sebagai detektif pencari songket.

Di hari penutupan, ia mengawasi setiap kain yang dikenakan para gadis kecil yang hadir. Ternyata… (Ah, biarkan gambar cantik ini yang berbicara.)

Didominasi warna-warna hangat, ditambah ilustrasi ragam songket yang memanjakan mata, sesungguhnya inilah cara paling apik untuk membawa anak mengenal kekayaan budaya bangsanya: berikan cerita yang mengisahkan kehidupan sang anak dengan budaya tersebut sebagai bagian normal dalam keseharian. Bukan sekadar elemen tambahan, tempelan, apalagi hafalan.

Herdiana Hakim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *