Dkisah Dseru dari Dinoland

Pada 1990-an, saat saya remaja, seminar tentang “7 Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif” sangat laris manis. Tema yang diangkat dari buku best-selling karya Stephen Covey ini menawarkan sejumlah persepsi dan sikap yang penting kita miliki saat menghadapi masalah. Putra Stephen, Sean Covey, lantas mengadaptasi 7 kebiasaan tersebut untuk usia anak-anak dan remaja.

Meski buku anak pilihan kali ini tak memuat istilah “7 Habits”, saya mendapat bocoran dari akun Facebook sang penulis bahwa cerita-cerita dalam karya terbarunya ini terinspirasi konsep ala Covey tersebut. Dan memang, 7 cerita di dalam “Dkisah Dseru dari Dinoland” ini masing-masing menampilkan kebiasaan baik yang dapat dicontoh sang pembaca cilik.

Mari berkenalan dengan Davii, dinosaurus hijau nan kecil yang tinggal bersama Ayah, Ibu, dan adiknya, Dixie. Davii adalah “anak” yang aktif, suka sepak bola, dan punya banyak teman. Namun, kehidupan sehari-hari Davii yang tampak normal di Dinoland ternyata tidaklah semulus itu.

Suatu hari, misalnya, hujan lebat merusak rencana Davii untuk main di luar. Atau, Davii berkeinginan membeli jersey klub sepak bola favoritnya tapi tak punya uang. Si dino kecil juga lebih mementingkan main bola daripada membuat tugas sekolah, sampai-sampai saat libur pun diisinya dengan bermain bola. Belum lagi, Davii harus berhadapan dengan tim sepak bola lawan yang tangguh, dan sesekali bertengkar dengan sahabatnya sendiri, Dimitri.

Semua ini adalah tantangan sehari-hari yang lumrah dalam kehidupan anak-anak. Meski tampak “sepele”, ada potensi besar di sini untuk pelajaran kehidupan bagi anak, terutama dalam menghadapi masalah. Cerita-cerita dalam buku ini menunjukkan bahwa anak bisa menjawab tantangan secara mandiri dan bersikap proaktif dalam mengubah keadaan. Meski awalnya bereaksi wajar – seperti mengeluh atau panik – sang dino cepat belajar dari situasi yang ia hadapi dan berusaha berubah lewat sikap positif.

Saat tidak bisa main di luar, misalnya, Davii teringat akan gitar miliknya yang sudah lama tidak dimainkan. Saat butuh uang untuk beli jersey favorit, ia melakukan hal-hal kecil seperti menjual mainannya dan membantu tetangga dengan imbalan upah, sehingga terkumpul cukup uang. Dalam prosesnya, Davii belajar untuk memiliki goal dan mencapainya.

Sikap positif juga penting dalam relasi dengan orang lain, yakni dengan mengalah (untuk menang), memahami orang lain terlebih dahulu, dan bekerja sama. Saat bertengkar dengan sahabatnya, Davii mencari jalan keluar yang baik untuk mereka berdua (istilah Covey, win-win solution). Ia juga belajar bekerja sama dengan teman-temannya untuk mencapai tujuan. Kala ayahnya pulang larut dan kehujanan, Davii menahan diri untuk meminta Ayah segera memperbaiki gitarnya. Ia belajar berempati.

Favorit saya? Ketika Davii belajar arti hidup seimbang. Saat libur sekolah tiba, sang dinosaurus begitu bersemangat untuk main bola setiap hari, sampai akhirnya ia kena flu dan harus istirahat. Saat pemulihan, Davii memang tak bisa main bola, tapi ia mengisi waktu dengan membaca buku tentang pesepak bola terkenal dan membahas strategi bersama sahabatnya. Ini, dalam definisi Covey, adalah saat mengasah gergaji. Ada waktunya kita berhenti sejenak menggunakan “gergaji”, bukan untuk menjadi tak produktif, melainkan untuk menjadi lebih tajam.

Anak usia SD yang lebih besar (7-12 tahun) akan menikmati kisah Davii dan belajar aktif dalam mewujudkan kebahagiaan masa kanak-kanaknya.

Buku ini juga berpotensi menarik minat para bujang cilik yang enggan membaca cerita. Riset menunjukkan, anak lelaki memiliki motivasi baca lebih rendah dari anak perempuan. Nah, dengan tokoh cerita yang relevan dengan diri mereka, semoga anak-anak lelaki ikut tertarik untuk mengenal Davii dan kisah-kisah seru dari Dinoland.

Herdiana Hakim

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *