Joko Kendil, Si Periuk Nasi

Satu lagi dongeng dari negeri sendiri. Kali ini berasal dari tanah Jawa, mengisahkan tentang tokoh bernama Joko Kendil yang punya tubuh berwujud periuk nasi.

Sewaktu masih bocah, Joko Kendil punya sifat yang nakal dan usil. Tetapi sang ibu tetap mengasihinya. Sang ibu sering bersenandung bahwa suatu hari nanti Joko Kendil akan jadi orang agung dan beristrikan putri raja. Senandung itu melekat dalam benak Joko Kendil, hingga suatu hari ia benar-benar mencoba melamar putri raja.

JKendil1

Raja berpikir bahwa lamaran itu menggelikan, namun ia tidak ingin menyakiti hati siapa-siapa. Jadi, alih-alih menolak lamaran, Raja memberikan empat syarat yang mustahil. Salah satunya melibatkan gamelan yang bisa bermain sendiri tanpa ditabuh.

Memang syarat yang sulit, namun Joko Kendil tidak putus asa. Ia bertapa selama berbulan-bulan di gua untuk meminta keajaiban. Dan akhirnya, doa Joko Kendil dikabulkan. Semua persyaratan dari raja berhasil ia penuhi.

Raja tentu terkejut. Ia harus menepati janji dan memberikan salah satu dari ketiga putrinya untuk menikah dengan Joko Kendil. Putri yang pertama dan kedua menolak mentah-mentah. Tapi si bungsu Retna Melati bersedia dinikahkan demi menjaga kehormatan ayahnya.

Usai upacara pernikahan, pesta meriah diselenggarakan selama empat puluh hari. Namun, ada yang aneh. Setiap malam, Joko Kendil selalu beralasan sakit hingga tidak bisa hadir dalam perayaan. Lebih aneh lagi, setiap malam muncul pula seorang ksatria berkuda putih yang tampan di perayaan. Ksatria ini tidak pernah kelihatan di mana pun sebelumnya.

Lama-kelamaan Retna Melati curiga. Ia memata-matai suaminya, dan akhirnya mengetahui rahasia Joko Kendil. Ternyata Joko Kendil adalah si ksatria berkuda putih. Setiap malam dia keluar dari dalam kendi, namun sebelum fajar kembali lagi ke sana.

Lalu, apa yang dilakukan Retna Melati? Ia memecahkan kendi. Joko Kendil tak bisa kembali lagi ke sana, dan dengan demikian menjadi ksatria tampan untuk selamanya.

JKendil2

Kisah yang cukup panjang, namun berakhir dengan manis. Pada akhirnya, kebaikan akan menghasilkan kebaikan.

Banyak yang bisa dipelajari dari tokoh-tokoh dalam dongeng ini. Dimulai dari Joko Kendil. Sewaktu bocah dia memang nakal, tetapi dia mau berubah. Joko Kendil menjadi tabah dan dewasa melalui pertapaannya. Sebab itulah pada akhirnya dia berhasil menikahi putri raja.

Begitu pula Retna Melati. Dia bersedia dinikahi oleh periuk nasi demi ayahnya. Karena sifatnya yang begitu berbakti dan tidak egois, akhirnya dia mendapatkan seorang suami yang tampan dan pemberani.

Karena isinya yang baik dan menarik, dongeng rakyat dwibahasa (Inggris-Indonesia) ini bisa dibacakan kepada anak berusia lima tahun ke atas. Atau, anak-anak yang berusia delapan tahun ke atas bisa membacanya sendiri.

Agustina Sugianto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *