Kak Aio: Sang Pendongeng

Dulu kita punya Kak Seto, kini ada Kak Aio. Alumni jurusan Ilmu Perpustakaan UI ini dengan berani menjalani profesi yang masih langka: pendongeng. Bernama lengkap Mochamad Ariyo Faridh Zidni, nama Aio yang ringkas dan terdengar seperti ajakan (ayo!) dipilih sebagai nama panggung. Pada 2011, Kak Aio mendirikan Ayo Dongeng Indonesia, dan sejak 2013, ia rutin menggelar Festival Dongeng Indonesia bersama sejumlah kawan yang memiliki kepedulian sama untuk mempromosikan kekayaan cerita nusantara.

Sebagai pendongeng, Kak Aio tak hanya telah menjelajah berbagai penjuru tanah air, tapi juga memperkenalkan budaya Indonesia ke luar negeri. Kini, pria kelahiran Jakarta, 18 Juni 1980, ini tinggal di Bogor bersama istrinya, Febri Sastiviani Putri Cantika, dan putranya, Arkashadan Mahesakha Aryanta Zidni yang berusia 4 tahun. Belum lama ini, Kak Aio menerbitkan buku anak pertamanya, sebuah redefinisi kisah kancil berjudul “Kanchil”, dan menjadi dosen tamu di almamaternya untuk mata kuliah unik bertajuk “Penuturan Cerita.”

Ini obrolan Kak Aio bersama SiKancil.org!

Halo, Kak Aio. Jarang-jarang nih Si Kancil berjumpa orang yang berprofesi sebagai pendongeng. Senang deh.

Halo. Aku juga senang ada www.SiKancil.org. Banyak orang harus tahu apa yang kamu lakukan dan banyak yang harus baca website ini. Keren!

Terima kasih, Kak! Kak Aio juga kereeen. Bagaimana sih awal Kak Aio terjun ke dunia dongeng?

Aku mulai mendongeng untuk orang lain sejak masih kuliah. Dulu di Fakultas Sastra UI (kini Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya) ada mata kuliah Bacaan Anak, dan dosenku, Ibu Nina Martini, mengajak aku untuk terlibat dalam proyek beliau, yakni mendongeng bagi anak-anak penderita kanker di RSCM. Itu sekitar 1999.

Dari sana, aku merasa mendapatkan pengalaman luar biasa, meski hanya dengan hal sederhana. Berbagi cerita dan waktu yang sesungguhnya tak seberapa, tapi anak-anak di RS tampak senang sekali. Di situ aku belajar bahwa “hanya” dengan dongeng, kita bisa membuat sesuatu yang berarti. Nah, sejak saat itu, aku mulai banyak mempelajari dongeng, baik dari para praktisi dan buku, hingga melakukan langsung.

Dari mana asal kecintaan Kak Aio terhadap dongeng? Adakah buku atau sosok tertentu yang menginspirasi Kak Aio?

Asal kecintaanku pada dongeng adalah sejak sering melakukannya lewat dongeng di RSCM. Semakin melakukan dan mempelajari, semakin aku merasa banyak yang bisa dikembangkan dari dongeng bagi banyak anak di Indonesia. Aku banyak belajar dan sangat terinspirasi oleh Pak Suyadi alias Pak Raden. Sejak awal 1999, aku berkesempatan untuk berkenalan dan menjadi dekat dengan Pak Suyadi. Beliau sudah seperti kakek dan guru bagiku dalam dunia dongeng.

Apa yang mendorong Kak Aio untuk membentuk Ayo Dongeng Indonesia?

Waktu zaman kuliah, saat awal-awal menyenangi dongeng, aku sempat mendirikan kelompok dongeng bernama Belalang Kupukupu. Aku mengajak teman-teman di kampus untuk berkegiatan dongeng. Ternyata responsnya sangat baik. Kami berkegiatan dari satu taman baca ke taman baca lain, dan ikut dalam banyak kesempatan lain.

Setelah lulus kuliah, aku suka berbagi ilmu tentang mendongeng. Saat itulah aku lantas merasa bahwa kita perlu memiliki wadah yang bisa menjadi tempat kumpul dan berbagi, terutama untuk teman-teman yang punya passion yang sama di dunia dongeng. Itulah kenapa pada 2011 aku memutuskan mendirikan Komunitas Ayo Dongeng Indonesia bersama 3 teman, yakni Kak Acid, Kak Nina, dan Kak Aci.

Apa saja aktivitas Ayo Dongeng Indonesia saat ini?

Kegiatan utama Ayo Dongeng Indonesia hanya satu: Kami mendorong banyak orang tua dan orang dewasa untuk mendongeng ke anak-anak. Kami ingin mengajak sebanyak-banyaknya orang untuk mendongeng, karena ini baik dan mudah. Ada kegiatan kampanye kami di media sosial. Kemudian, ada tiga kegiatan rutin kami, yakni Kelas Dongeng, Dongeng Kejutan, dan Festival Dongeng.

Menurut Kak Aio, apa sih pentingnya dongeng?

Aku kira pasti mudah ya mencari tahu pentingnya dongeng. Banyak banget. Tapi yang jelas, dongeng itu baik dan mudah. Jadi, ini harus dilakukan demi anak-anak.

Adakah salah kaprah yang dimiliki orangtua dan pendidik tentang mendongeng?

Ada. Ada yang berpendapat kalau mendongeng itu sulit karena harus pakai boneka dan bisa menirukan suara. Sebenarnya, dongeng adalah hal yang paling sederhana namun kuat yang bisa dilakukan oleh siapa pun. Mendongeng bagi anak-anak bisa dilakukan dengan cara paling sederhana sekalipun, tanpa alat apa pun, tanpa menirukan suara. Kita hanya butuh cerita yang baik dan yang kita suka, serta kejujuran dan ketulusan kita. Sudah, itu saja.

Apakah semua orang bisa mendongeng? Adakah tips dari Kak Aio untuk orangtua dan pendidik?

Ya, siapa pun bisa mendongeng. Mendongeng itu adalah komunikasi, maka siapa pun yang bisa berkomunikasi dengan orang lain akan bisa mendongeng. Modalnya adalah kemauan, kejujuran dan ketulusan. Butuh kemauan, sehingga akan meluangkan waktu dan melampaui rasa tidak percaya diri atau merasa terbatas karena tidak ada alat bantu. Butuh kejujuran dan ketulusan, agar kita merasa lebih santai dan nyaman bercerita sehingga mudah diterima oleh anak-anak yang mendengarkan.

Waktu Kak Aio mengajar mata kuliah “Penuturan Cerita” di UI, apa saja yang Kak Aio ajarkan?

Betul, sampai 2016 lalu aku masih mengajar mata kuliah Penuturan Cerita di UI. Materi yang aku sampaikan ke para mahasiswa lebih banyak berfokus pada pengenalan jenis cerita dan bacaan anak, dan bagaimana menyampaikannya ke anak-anak melalui metode mendongeng atau seni bertutur. Menurutku, salah satu cara paling menyenangkan untuk menyampaikan pendidikan literasi ke anak adalah mendongeng dengan memakai bacaan anak yang baik.

Sekarang, cerita dong tentang buku anak pertama Kak Aio yang berjudul “Kanchil”.

Hehehe… ini adalah buku paling lama. Ceritanya sudah terekam sejak 5 atau 7 tahun lalu, namun prosesnya lama sekali hingga akhirnya diterbitkan. Tepatnya pada saat teman-teman memaksa agar cerita ini dituliskan dan diterbitkan untuk diperkenalkan di Festival Dongeng Internasional Indonesia pada 2016 lalu.

Mengapa memutuskan untuk bertutur tentang Kanchil? Karena aku merasa resah dan tidak nyaman. Aku menemukan banyak kisah Kancil yang baik dan cerdik, namun ada satu lagu anak tentang Kancil yang negatif, bahwa Kancil itu pencuri ketimun, anak nakal yang harus ditangkap, dikurung dan jangan diberi ampun. Kok, sepertinya ada yang salah. Akhirnya, aku memutuskan menuliskan cerita versi Kanchil.

Apa rencana Kak Aio bersama Ayo Dongeng Indonesia? Dan apa harapan Kak Aio terkait dunia dongeng tanah air? 

Kami akan terus menjadi komunitas pelestari dongeng. Kami ingin terus menuturkan dongeng bagi anak-anak Indonesia, dan kami ingin jadi pengingat yang senantiasa mengajak orang tua dan orang dewasa untuk mendongeng. Karena dongeng itu baik dan mudah!

Terima kasih banyak sudah berbagi cerita bersama SiKancil.org ya, Kak Aio!

Teman-teman yang penasaran dengan aktivitas dongeng Kak Aio atau ikut berpartisipasi, silakan kunjungi www.aiodongeng.com dan www.indostoryfest.com.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *