Sahabat Kecil Putri Pandan Berduri

Apa satu genre yang menonjol dalam bacaan anak kita? Jika sering berburu buku anak atau menyambangi sudut cerita anak di toko, pasti tahu jawabnya.

Ya, genre tersebut adalah cerita rakyat. Meski mulanya anak bukanlah target utama cerita ini, kini folktale menjadi identik dengan bacaan anak. Alasannya beragam, dari kekuatan pesan moral di dalamnya (meski ini juga bahan diskusi tersendiri), kedekatan budaya, hingga unsur magis dan fantasi yang disukai anak.

Nah, pilihan SiKancil kali ini adalah penuturan ulang cerita rakyat Riau, yakni kisah Putri Pandan Berduri. Di tengah berlimpahnya pilihan cerita rakyat untuk anak saat ini, buku ini istimewa karena ilustrasi yang digarap matang serta konten cerita yang minimalis, tapi manis.

Alkisah, dua bocah senantiasa bermain bersama, dari gasing sampai naik perahu. Mereka adalah Putri Pandan Berduri dan Jenang Perkasa.  Namun, persahabatan mereka harus terputus ketika keluarga Jenang pindah ke Pulau Galang. Sebelum berpisah, Jenang memberi kenangan pada sang putri berupa sebuah gelang dari kerang.

Waktu berlalu. Putri Pandan Berduri tumbuh dewasa dan sangat mencintai ayahnya, seperti digambarkan dalam spread yang indah ini:

Lantas, suatu hari, mereka mendengar bahwa Jenang Perkasa telah menjadi pedagang besar. Sang ayah pun mengadakan pesta jamuan makan dan mengundang teman masa kecil putrinya. Diam-diam, sang putri menyamar sebagai salah seorang pelayan. Bisakah kau menemukannya?

Dalam halaman spread ini, pembaca seperti diundang “bergabung” ke jamuan Batin Lagoi. Sungguh seru mempelajari detail ilustrasinya! Di sini, lagi-lagi para pembaca cilik diajak mencari sang putri yang masih menyamar. (Ssst, ini petunjuknya: Pandan Berduri selalu memakai sisir matahari di rambutnya.)

Tiba-tiba, seorang tamu terbatuk-batuk sampai menumpahkan minuman ke pelayan, yang tak lain adalah Putri Pandan Berduri. Seorang pemuda dengan sigap menolong. Siapa dia? Jenang Perkasa!

Sang putri pun menyibak penyamarannya. Jenang Perkasa terkejut mengenali gelang si putri. Inilah momen pertemuan kembali dua sahabat masa kecil yang masih saling menyayangi.

Di sinilah penuturan ulang cerita rakyat ini dengan apik mengalihkan fokus pada pernikahan atau perjodohan. Sebaliknya, cerita menekankan pada manisnya persahabatan masa kecil, yang bisa menjadi dasar kuat (meski tak harus selalu) bagi tumbuhnya cinta saat sudah dewasa.

Para pembaca cilik bisa merasakan relevansi cerita ini jika mereka mengaitkannya dengan teman main mereka sendiri yang harus pindah atau terpisah. Kisah Putri Pandan Berduri pun memberi harapan, kelak si kecil dan temannya bisa bertemu lagi.

Herdiana Hakim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *