Waktu Hujan Turun

Hujan selalu membawa romansa tersendiri. Tak heran ia menjadi sumber inspirasi sejuta karya, dari cerita, lagu, film, sampai lukisan. Bagaimana dengan si kecil? Bisakah anak-anak turut merasakan romansa hujan? Tentu!

Ada banyak hal yang suka dilakukan anak saat hujan turun. Sebaliknya, ada juga yang sebal kala rencananya jadi berantakan gara-gara hujan. Nah, “Waktu Hujan Turun” ini menggambarkan yang terakhir.

Picturebook yang terasa seperti karya seni dalam setiap lembarnya ini bertutur tentang rasa ingin tahu yang lantas mendorong anak untuk mengeksplorasi. Tak perlu jauh-jauh, cukup apa yang ada di depan mata.

Kira, sang tokoh utama, merasa bosan saat hujan. Ia merasa tak banyak yang bisa dilakukan. Tapi, siapa bilang?

Ajakan dua temannya lantas membawa Kira keluar dari zona nyaman. Bersama-sama, mereka bernyanyi bersama para katak, bercengkerama dengan keluarga bebek, bahkan pergi ke kota. Ternyata, banyak hal seru yang terjadi saat hujan!

Namun, menjelajah juga harus disertai kehati-hatian. Pesan ini terlihat dari bagaimana ketiga bocah ini “membungkus” diri mereka dengan jas hujan warna-warni, dan memastikan mereka tak berdiri di tengah lapangan dengan besi panjang.

Setelah momen independen yang mereka nikmati bersama, waktunya Kira, Ana, dan Ilo kembali ke pelukan hangat orangtua. Halaman-halaman yang sebelumnya dipenuhi tetes hujan kini tampak “bersih.”

Dengan lembut, perpaduan cerita dan ilustrasi di dalam buku ini mengajak anak-anak untuk menjadi pengamat dalam hidup — untuk memerhatikan hal-hal yang tampak biasa dan remeh, namun merupakan keping penyusun keseharian.

Dan sebagai pengamat cilik, tak ada pengalaman yang berlalu tanpa meninggalkan jejak. Di akhir hari, Kira pun menggambar peta petualangannya, sebagai momen refleksi yang berharga terhadap apa yang ia alami.

Dengan ilustrasi minimalis bernuansa pastel, bacaan yang membawa rasa nyaman ini pas untuk ditelusuri bersama si kecil sebelum tidur. Anak tak hanya akan mendapatkan cerita yang manis, tapi juga pelajaran akan pentingnya mengapresiasi momen kehidupan – bahkan di waktu hujan.

Herdiana Hakim

PS. Buku ini bisa dipesan di website penerbitnya, Seumpama.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *