Bunga dan Burung Cendrawasih

Siapa ingat “Apuse”? Lagu daerah Papua yang kerap dinyanyikan siswa SD ini memiliki irama sederhana, tapi ternyata ia menyimpan sebuah cerita. Dan itu saya ketahui berkat buku unik ini.

Rupanya, “Apuse” menuturkan perpisahan antara seorang anak dan kakek-neneknya, serta kerinduan si anak untuk mengunjungi Teluk Doreri. Perairan di utara Pulau Papua ini tersohor akan panorama indah dan ragam satwa penuh warna. Di sini pula, Manokwari, ibu kota Papua Barat, berada.

Siapakah anak itu? Dia adalah Bunga, karakter utama cerita yang langsung menarik perhatian saya saat pertama kali melihat buku ini.

Buku anak yang memasang tokoh dari suku minoritas di sampul, apalagi mengangkat cerita mereka sebagai fokus, masih terbilang langka. Melalui buku ini, Pelangi Mizan telah melakukan kontribusi signifikan dalam menyajikan representasi tokoh anak Indonesia yang tergolong jarang ditampilkan.

Bunga yang ceria dikisahkan tinggal bersama kakek dan neneknya. Ia suka bernyanyi “Apuse”, dan lagu itu menarik perhatian Burung Cendrawasih. Mereka menjadi teman, dan Cendrawasih berjanji mengajak Bunga ke Teluk Doreri, di mana gadis kecil itu bisa bertemu dengan ibunya.

Dalam perjalanan, mereka bertemu satwa khas Papua lain dan bernyanyi bersama. Namun, setibanya di Teluk Doreri, Bunga tak melihat tanda-tanda keberadaan sang ibu. Cendrawasih menghiburnya dan mengajak Bunga untuk tak putus harapan.

Benarlah, akhirnya ibu Bunga muncul juga. Dia segera memeluk putrinya dengan penuh sayang, lalu mengajaknya pulang ke tempat kakek-nenek. Halaman ini adalah ilustrasi favorit saya di buku ini!

Ceritanya pendek, namun mengena. Perpisahan adalah sesuatu yang memicu kecemasan pada anak-anak, apalagi perpisahan dengan orangtua. Nah, penutup cerita yang mempertemukan Bunga dan ibunya di tepi laut menjadi akhir yang tak hanya penuh kesan, tapi juga menenangkan. Anak belajar bahwa meski perpisahan adalah hal yang tak terhindarkan dalam hidup, selalu akan ada perjumpaan kembali.

Manfaatkan buku bersampul keras ini untuk dibaca bersama si kecil yang sudah mulai bisa menikmati cerita. Anak-anak yang merupakan pembaca pemula juga akan menyukai pilihan kata dan ilustrasi manisnya. Apalagi, cerita ini dilengkapi pula dengan lembar fakta dan permainan. Sambil membaca, jangan lupa ajak si kecil bernyanyi “Apuse”!

Herdiana Hakim

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *