Go, Keo! No, Noaki!

“Go, Keo! No, Noaki!” adalah novel anak yang mengisahkan persahabatan antar delapan anak yang berusia antara sepuluh hingga dua belas tahun.

Tokoh utamanya bernama Keo, bocah lelaki yang duduk di kelas lima SD. Di awal cerita ia mengeluh karena harus pindah sekolah dari Jakarta ke Bandung demi mengikuti tempat kerja ibunya. Untuk menghibur Keo, ibunya memberi masa percobaan selama sebulan. Kalau setelah sebulan Keo merasa tidak betah di Bandung, maka mereka akan kembali ke Jakarta.

Di sekolah baru, Keo bertemu dengan sekelompok anak yang berjumlah tujuh orang. Mereka memiliki suku, ras, dan agama yang berbeda-beda. Namun, bukan itu yang membuat Keo tertarik pada kelompok ini.

Di antara ketujuh anak tersebut ada Noaki. Gadis itu punya wajah yang sangat mirip Keo. Mereka bagai anak kembar. Tapi, alih-alih senang dengan kondisi ini, Noaki malah sebal setengah mati. Dan karena Noaki tidak suka dengan Keo, maka teman-temannya juga tidak.

GoKeo-1

Walau begitu, kejadian demi kejadian terus mempertemukan Keo dan Noaki serta teman-temannya. Lama kelamaan, kelompok itu pun mulai membuka diri terhadap Keo.

Perjuangan Keo supaya diterima kelompok tersebut tidaklah mudah. Ia sampai harus melakukan hal-hal konyol seperti membawa sepatu paling bau atau mematahkan kutukan aneh yang dipercaya oleh kelompok itu. Belum lagi, salah satu gadis dari kelompok itu tampaknya ada yang naksir dengan Keo.

Oh, urusan Keo jadi banyak! Namun, semua itu malah membuat Keo merasa betah di Bandung. Dan, apa pun yang dirasakan oleh Keo, baik senang maupun susah, semua ditulisnya di dalam sebuah jurnal. Kid, begitulah panggilan Keo untuk jurnalnya.

Pada penghujung buku, persahabatan Keo dengan teman-teman barunya digambarkan kembali terancam. Masalah ini tidak selesai, dan sepertinya akan dilanjutkan pada seri berikutnya dari “Go, Keo! No, Noaki!”

GoKeo-2

Dari sisi cerita, novel anak ini sangat menarik. Kita akan dibuat tersenyum karena geli, penasaran, bahkan sedikit terharu di beberapa bagian. Interaksi antar tokoh berlangsung dengan baik dan mampu membangun banyak emosi.

Di saat yang sama, buku ini bisa terasa padat. Mungkin karena ini adalah buku pertama dari serinya, sehingga banyak yang harus dijelaskan. Misalnya, pengenalan terhadap delapan orang tokoh dan segala latar belakang mereka dan konflik-konflik yang terjadi di antara mereka.

Tapi Anda tak perlu khawatir. Anak usia delapan tahun ke atas pasti akan dapat menikmati keseluruhan alur cerita dan merasa terhibur oleh kisah Keo dan kawan-kawan di dalam novel ini.

Agustina Sugianto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *