Made dan Keempat Sahabat Karibnya

Mendirikan seribu candi dalam semalam, atau terasi yang bila dijatuhkan menjadi kolam lumpur. Selama ini, cerita rakyat Indonesia banyak diwarnai dengan unsur-unsur magis, tidak terkecuali dengan “Made dan Keempat Sahabat Karibnya”, cerita yang berasal dari Bali. Di sini, kita akan bertemu dengan binatang-binatang yang bisa berbicara dan berubah bentuk menjadi manusia!

Namun, jika biasanya kita bertemu dengan tokoh utama yang cerdik atau pemberani, di dalam cerita ini kita akan berkenalan dengan Made. Made sesungguhnya bocah yang baik, tetapi sayang, ia tidak terlalu suka berpikir dan pengantuk.

Karena sifat malas berpikir dan pengantuknya itu, Made sempat menghilangkan kambing, itik, dan sapi yang dititipkan oleh ayahnya untuk digembalakan.

Made1

Akibatnya, ayah Made kesal bukan main pada putranya. Sebagai hukuman, sang ayah memberikan Made bubu penangkap ikan. Dengan bubu itu, Made harus berhasil menangkap ikan yang banyak dan kalau dijual bisa mendapatkan uang 40 ringgit.

Maka, Made pergi untuk menangkap ikan. Tetapi yang didapat Made bukan ikan, melainkan katak, tupai, kancil, dan ayam jago. Keempat binatang itu memohon ampun dan meminta supaya dilepaskan. Made yang baik merasa iba dan melepaskan mereka.

Tindakan Made kali ini membuat ayahnya marah sekali. Made pun diusir dari rumah dan tidak boleh pulang sebelum mendapat 40 ringgit.

Tapi, Made tidak perlu menyesal karena sudah membebaskan keempat binatang itu. Merekalah yang kemudian membebaskan Made saat ia tertangkap oleh raksasa di tengah hutan. Mereka juga yang membantu Made mendapatkan 40 ringgit. Caranya? Masing-masing binatang menjelma menjadi anak manusia dan memenangkan perlombaan berhadiah uang yang diselenggarakan oleh raja.

Terakhir, sebelum berpisah, keempat binatang tersebut memberikan kelebihan mereka pada Made: kecerdikan, keberanian, kelincahan, dan sifat gembira.

Made2

Kisah yang sederhana, namun membawa pesan yang penting: di antara segala kelebihan yang dimiliki manusia, yang paling penting adalah memiliki hati yang baik. Yang menyelamatkan Made adalah kebaikan hatinya; Ia tidak tega disuruh menangkap keempat binatang, dan sebagai balasan Made mendapat semua anugerah yang dibutuhkan untuk keluar dari kesulitan.

“Made dan Keempat Sahabatnya” diceritakan ulang dengan sangat baik oleh Suyadi, yang lebih kita kenal sebagai Pak Raden. Kepiawaian beliau dalam mendongeng tentu tidak perlu diragukan lagi. Apalagi ditambah ilustrasi khas tangannya yang terampil. Anak-anak dengan mudah akan dibuat larut dalam cerita ini.

Kisah Made yang dibuat dalam dwibahasa (Inggris & Indonesia) ini bisa dinikmati sebagai cerita pengantar tidur bagi anak-anak berusia lima tahun ke atas.

Agustina Sugianto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *