Sekolah Tua di Tengah Kota

Selain mendidik, buku anak haruslah menyenangkan. Jika tidak, bagaimana mereka akan suka membaca? Namun, unsur menyenangkan ini kadang terabaikan karena kita terlalu fokus pada unsur edukasi. Padahal, mereka bisa berjalan bersama. Meminjam istilah John Newbery, penerbit buku anak yang dijuluki Bapak Sastra Anak dan namanya diabadikan dalam penghargaan Newbery Medal: “instruction with delight”. Buku anak pada hakikatnya adalah instruksi yang disampaikan dengan cara yang menyenangkan.

“Sekolah Tua di Tengah Kota” adalah contoh dari instruksi yang menyenangkan itu. Diterbitkan dalam “Seri Lingkungan Sehat”, buku ini mengajak para pembaca cilik untuk mengenal dan mencintai lingkungan mereka, namun dengan cara seru lewat format Pilih Ceritamu Sendiri. Format ini mengajak anak menjadi pembaca aktif yang ikut terlibat dalam jalan cerita dan melihat sebab-akibat yang terjadi.

Membahas sekolah, tempat yang demikian akrab dengan anak-anak, cerita disampaikan lewat narasi penuh dialog luwes dan jenaka. Terbayang bagaimana serunya cerita buku ini saat dibaca keras-keras. Tidak selalu harus oleh orangtua; anak pun suka membaca keras, untuk dirinya sendiri maupun saudara atau teman. Waktu kecil, saya suka membaca keras-keras dialog dalam buku yang saya baca, seakan-akan saya adalah tokoh dalam cerita.

Dan tokoh utama cerita ini tak biasa, yakni sebuah Sekolah Tua. Suatu hari, suara batuk Sekolah Tua terdengar menggema karena kondisi bangunan yang sudah renta. Pohon dan Tiang Bendera pun menasihatinya agar mau diperbaiki, tetapi si bangunan tua menolak. Hari ke hari, kondisinya kian parah dan anak-anak semakin tak nyaman belajar di dalamnya.

Sampai sini, pembaca kecil diajak memilih: akankah mereka membiarkan kepala sekolah mendatangkan para tukang untuk memperbaiki sekolah, atau tidak? Setiap pilihan akan berujung pada konsekuensi yang berbeda.

Sesuai cerita, anak bisa melihat fakta seputar bangunan tropis dan rumah-rumah tradisional di Indonesia. Di sini, anak diajak mengenal satu elemen lingkungan penting dalam kehidupan mereka: papan, alias bangunan.

Dengan jumlah teks cukup banyak, buku unik ini cocok untuk anak usia SD, yang juga sudah bisa diajak bertanggung jawab menjaga lingkungan mereka.

Herdiana Hakim

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *